PARA PENGGEMBALA KAMBING

Posted by

PARA PENGGEMBALA KAMBING


Asalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Ikhwani wa akhwati rohimakumullah.
Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits yang di riwayatkan oleh Al-Imam Bukhori dan lain-lain dengan sanadnya dari Abu Hurairoh menerangkan bahwasanya hampir setiap Nabi pernah mengalami menggembala kambing. 

Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا بَعَثَ اللهُ نَبِيًّا إِلَّا رَعَى الْغَنَمَ”. فَقَالَ أَصْحَابُهُ: “وَأَنْتَ؟”. فَقَالَ: “نَعَمْ، كُنْتُ أَرْعَاهَا عَلَى قَرَارِيطَ لِأَهْلِ مَكَّةَ”.

— (00:48) ma ba’asallahu nabiyan, illa ra’al ghonam. faqoola ashaabuhu,  “wa anta?”. faqoola, kuntu ar’aha ‘ala qorooritho li ahli makkah.


“Tidaklah Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus seorang Nabipun kecuali pasti dia pernah menggembala kambing”. Maka para sahabat bertanya: “Engkaupun begitu wahai Rasulullah?” Rasul bersabda: “Ya, aku dulu menggembala kambing untuk para penduduk Makkah di tempat-tempat menggembalanya”. (HR. Bukhari)  [1]


Tahukah kita apa hikmah dari menggembala kambing tersebut yang di mana Allah Subhanahu wa Ta'ala khususkan para Nabi, bahkan setiap Nabi untuk mengalaminya?
Ternyata ulama mentafsirkan bahwasanya kambing dapat difahami dari hadits Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam yang lain. Bahwasanya kambing sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhori, Muslim, dari Abu Hurairoh, Abi Mas’ud dan lain-lain. Di mana Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
 
 وَالْفَخْرُ وَالْخُيَلَاءُ عِنْدَ أهلِ الخيلِ والإبلِ

— (1:51) al fahr wa huyala ‘inda alhlil khoimi wal khuyala ‘inda ahlil khoimi wa ibil
 
“Kesombongan dan kekerasan hati itu ada pada para penggembala unta dan kuda. [2]


وَالسَّكِينَةُ وَالْوَقَارُ فِي أَصْحَابِ الشَّاءِ
 

— (2:05) wa sakinah wal waqr fil ashabil  syaai.
 

Adapun ketenangan hati, kerendahan hati terdapat pada para penggembala kambing”. [3]

Mengapa demikian?
Dikatakan oleh para ulama bahwasanya kekerasan yang ada pada unta dan kuda ini, berefek kepada para penggembalanya. Di mana terlihat jelas kebanggan pada hewan-hewan tersebut, unta dan kuda yang membusungkan dadanya terlihat begitu menyombongkan dirinya. Begitu luar biasa menyombongkan dirinya. Kemudian kekuatannya yang luar biasa yang dengan itu Allah Subhanahu wa Ta'ala jadikan banyak manfaat pada manusia. Namun karena banyak atau sering bergaul dengan hewan demikian maka berefeklah kepada jiwa-jiwa orang yang menggembalakannya, sering kali.


Adapun pada orang-orang yang biasa menggembala kambing dengan sifat-sifatnya. Kambing adalah satu sisi bukanlah hewan yang sangat kuat sebagaimana kuda dan unta. Namun kambing memiliki sifat tidak bisa dia di persatukan dengan mudah. Tidak sebagaimana  seseorang menggembala bebek atau ayam, ketika kita mengambil pemimpinnya maka yang lain akan mengikutinya. Begitu pun kuda dan unta, ketika kita menguasai pemimpinnya maka yang lain akan mengikutinya.


Adapun kambing tidak demikian, setiap ekor kambing memiliki otak masing-masing yang tidak bisa satu menjadi pemimpin sehingga di ikuti yang lain, tidak, sehingga membutuhkan kesabaran lebih dalam mengaturnya, kesabaran lebih, kekuatan lebih dalam mengaturnya.


Orang yang terbiasa terlatih dalam mengasuh dan menggembala kambing demikian. Maka dengan itu di harapkan darinya akan datang pada dirinya sifat sabar yang dengan itu dia dapat mengasuh, mendidik ummatnya sebagaimana para Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.


Dan di situpun terdapat salah satu bukti mukjizat ‘ilmiah yang ada pada hadits nabawi. Di mana terbukti bahwasanya seseorang akan dia terefek dari sesuatu yang biasa dia bergaul dengannya. 


Seseorang akan terkena sifat keras dan sifat sombong ketika banyak bergaul dengan hewan yang bersifat demikian seperti kuda dan unta. Ini adalah hal yang di buktikan oleh dunia pada akhir-akhir ini, dimana mereka mengatakan bahwasanya
“You are what you eat”.
Kau adalah apa yang kau makan, yakni apa yang kau makan itu berefek pada jiwamu.
 

Ketika kau memakan sesuatu yang buas, kau memakan sesuatu yang tidak biasa di makan oleh kebanyakan orang maka sifat dari apa yang kau makan itu akan berefek pada dirimu
“you are what you it” kau adalah apa yang kau makan.


Sumber: http://catatankajian.com/1601-para-penggembala-kambing-ustadz-riyadh-bin-badr-bajrey.html.


==============================================




Demo Blog NJW V2 Updated at: 7:12 AM

0 comments:

Post a Comment

Breaking News